Hari itu menjadi hari yang buruk bagi Haura. Dia melakukan kesalahan fatal yang mengakibatkan Dewa kehilangan pekerjaan. Rasa bersalah Haura membuat Dewa tidak tega. Dewa mengingatkan kisah Thariq bin Ziyad, sahabat yang berjuang di Eropa untuk membebaskan benua itu dari kejahiliayahan dan pemerintahan yang lalim. Setelah pendaratan sang panglima memerintahkan untuk membakar semua kapal dan berpidato didepan pasukannya. Dewa akan melakukan. hal yang sama untuk membuka peluang baru untuk masa depan yang lebih baik.
Dewa memang sosok pemuda yang pintar dan cakap. Haura semakin mengaguminya dan teringat pesan ayahnya. Konon kualitas kepribadian seseorang teruji ketika dibekap kesulitan. Luar biasa, bagaimana Dewa mampu melakukan evaluasi, memandang sebuah masalah lalu memutuskan tindakan kedepan. Kejadian hari itu menjadi pelajaran yang berharga bagi keduanya.
Bidadari Untuk Dewa
Ditulis oleh
di
Tinggalkan Balasan