Membaca seharusnya menjadi kebutuhan seperti makan dan minum. bacaan adalah nutrisi bagi akal sebagai makanan menjadi asupan bagi badan. badan sehat tapi akal dibiarkan tumpul akan menyebabkan ketidakseimbangan dalam pribadi seorang muslim.
dengan membaca kita akan paham, dengan paham kita bisa beramal dengan baik, dengan amal bisa meraih ridha dan cintaNya untuk bertemu denganNya disurga.
membaca harus tuntas untuk mendapatkan pemahaman yang utuh tentang apa yang dibaca karena jika tidak, bisa mengakibatkan pemahaman yang keliru tentang sebuah buku.
Seorang muslim jika ingin menjadi pecinta buku sejati, maka bacalah buku dari kanan dulu baru kiri bukan sebaliknya. mulailah membaca Alquran dan mentadabburinya karena itulah sumber hukum islam yang pertama, lalu baca hadits, terutama hadits-hadits bukhari dan muslim kemudian tingkatkan wawasan dengan banyak buku terkait hukum-hukum islam. baru saatnya membaca buku-buku kiri seperti marx, Nietzshe, Aidit, man, lenin. maka kamu akan melihat rapuhnya ideologi mereka jika dibandingkan dengan ajara islam
Jatuh Cinta pada Buku
Ditulis oleh
di
Tinggalkan Balasan